BUBUR SESAJEN
Kamis, 08 Agustus 2019
Namaku Lisa,cerita ini berdasarkan pengalaman pribadiku saat masih SMP. Aku bukanlah orang yang suka mempercayai hal-hal mistis terlebih jika mendengar seseorang mengatakan melihat sosok yang menakutkan.menurutku itu hanyalah halusinasi ketakutan dari dirinya atau juga sering menonton film horor sehingga mereka terbawa suasana film di dunia nyata.
Sewaktu SMP aku suka bahkan sering menonton film horor.Namun aku tidak seperti orang kebanyakan saat sudah menonton film horor merasa saat di kamar mandi di ikuti oleh sosok menakutkan atau sebelum tidur terbayang kejadian mengerikan saat di film horor yang dilihat. Ha .. ha .. ha.. film horor sama sekali tidak berdampak sekali padaku.
Singkat cerita,sepulang sekolah aku berhenti di gang biasa yang aku turun,hari ini suasana hatiku benar-benar hancur,untuk tersenyum saja rasanya berat,alisku menggerutu selalu ingin menyambung di alis keduanya.
"Hughh.. yang benar saja nilai nyontek lebih tinggi dariku,benar-benar curang Chika. Sia-sia dong belajarku haduuhh" ucapku kesal
"Awas saja kalo ada Pak Andi bakal aku aduin!!" Lanjutku lagi dengan wajah memerah
Setiap pulang sekolah aku selalu melewati Kuburan,karna melewati jalan itu lebih dekat dengan rumahku walaupun ada jalan lain yang bisa menuju rumahku namun aku tetap memilih jalan ini karna dekat. di pinggir jalan kuburan,selalu saja ada barisan bubur yang dibungkus dengan daun pisang,bubur itu bermacam-macam warna,di bagian ujung ke ujung di selipkan sepotong tusuk lidi untuk membentuk sebuah wadah.
Aku berjalan melewati barisan bubur itu sampai akhirnya karna suasana hatiku sedang kacau dan tidak ada satupun sebagai bahan pelampiasan . Dengan gampangnya aku menendang salah satu bubur,bubur itu berwarna hitam,merah dan putih pekat dengan taburan gula di atasnya dan karnaku bubur itu bertebaran di tanah.
Di tempat itu tidak ada orang,sunyi rasanya hanya angin yang menggerakan
Kejadian mengerikan itu tidak sampai disitu,di perjalanan pulang aku ngedumel dalam hati tentang apa yang aku lakukan pada bubur itu.
" halah,ikutin aja terus!aku gak takut"
Aku benar-benar tidak mengerti kenapa aku harus mengatakan hal seperti itu dan tentunya itu bukanlah hal yang lucu,jika mereka mengikutiku itu tandanya mereka benar-benar marah padaku dan akan meluapkan kekesalannya padaku.aku bahkan sesekali menoleh ke belakang dengan mata melirik tajam,entah siapa yang aku kesalkan.
Dan benar saja,mereka hadir di malam itu,bagai diundang karna aku menantang mereka mengikutiku.malam itu semua orang pergi ke musholla nenekku untuk mengaji bersama,sudah biasa jika malam jum'at seperti itu dan sial bagiku karna aku tak bisa mengaji karna berhalangan terpaksa aku sendiri di rumah.
Aku duduk di kamar dengan ponselku,tiba-tiba saja rasa kantuk datang,sudah beberapa kali menguap dan itu artinya aku mengantuk.
Akhirnya aku tidur,nah entah kenapa tepat jam 00.00 mataku membuka sendiri dan mengadah ke atas langit atap,rasa kantuk tiba-tiba saja hilang.ingin rasanya tidur lagi mencoba menutup mata agar bisa tertidur namun selalu saja tidak bisa.
Ning *** Nang***Ning***supoyo Slamet rahayu***Ning***Nang***Ning
Tiba-tiba saja di balik dinding kamar terdengar suara Gamelan Jawa,suaranya begitu syahdu,merdu membuat telingaku selalu ingin mendengar Gamelan jawa itu . Terdengar jauh asalnya namun terasa dekat denganku.
Makin lama makin syahdu saja suara Gamelan itu sehingga membuat mataku ingin terus terbuka,aku mencoba menutup mata agar bisa tertidur namun tidak ada hasilnya.Jam menunjukkan Pukul 01.00 Bagai di hisap waktu suara Gamelan itu perlahan hilang dengan sendirinya.
Pagi Harinya aku menceritakan Kejadian itu pada Ibuku.
"Halah....Palingan suara Pak Salim lagi nyalain Lagu Gamelan" Jawab Ibu dengan santainya sembari mengaduk nasi.
"Tapi Bu,ini tuh beda..." baru saja aku ingin menjelaskan secara detail namun dihentikan oleh ibu.
" Nah gini nih hasilnya kalo sering liat film Horor,akibatnya banyak berhalusinasi" ucap ibu melirik ke arahku.
Sepulang sekolah aku melewati Kuburan itu lagi,Benar-benar tak terpikirkan di benakku apa yang aku ucapkan kemarin benar-benar terjadi.
Aku melintas di Kuburan tepat aku menendang Bubur Sesajen itu.ternyata bubur itu sudah habis entah siapa yang menghabiskannya.
Hanya tersisa Daun pisang pembungkus bubur itu.
Aku menoleh kebelakang,Berjaga jika ada orang Gila yang berkeliaran di sekitaran kuburan dan mungkin saja dia yang telah menghabiskan semua bubur itu karna kelaparan.Namun tidak ada orang,keadaan sangat sepi hanya suara angin berkesiur menggerakkan daun.
Aku beranjak pergi dari tempat aku berdiri saat ini, Tak ada waktu untuk berlama-lama di kuburan sendirian. Namun tiba-tiba saja mataku tertuju pada salah satu batu nisan Bertuliskan "SURYANI"
"Suryani" tampa sadar bibirku terucap dengan nama itu.
Tiba di rumah aku bertemu dengan Ayah,ia tampak sibuk mengoreksi ulangan muridnya.
"Assalamualaikum,Ayah" sapaku di balik pintu
" Waalaikumsalam,Lisa" jawab Ayah tampa menoleh ke arahku dan masih sibuk mengoreksi ulangan.
"Ayah..Ayah,aku mau cerita" ucapku seraya duduk di dekatnya.
"Cerita aja,Sa. Ayah dengerin kok" jawab Ayah
"Tadi malam Ayah denger suara Gamelan Jawa,gak?" Tanyaku ragu melihat ekspresi Ayah
"Gamelan Jawa?" Mendadak Ayah menghentikan pekerjaannya dan menoleh bertanya kepadaku
"Mmm,kayaknya nggak tuh.Ayah gak denger apa-apa,kenapa?kamu denger suara Gamelan Jawa?" Lanjut ayah kembali bertanya
"Iya yah,suaranya merdu banget dan kayak jauh gitu suaranya tapi berasa deket banget di telinga,Lisa aja merinding dengernya" aku memulai menceritakan kejadian itu.
"Mungkin kamu tidur gak baca do'a" jawab ayah Dengan santainya.
Apa yang di katakan Ayah ada benarnya,sebelum tidur aku memang lupa baca Do'a dan mungkin karna itu aku mengalami hal Aneh.
"Gitu ya" aku terdiam dan bergumam,berpikir tentang kejadian kemarin sepulang sekolah,Apa mereka benar-benar mengikutiku? Aku ingin menceritakannya pada Ayah tapi aku takut Ayah akan memarahiku.
"Lisa..Lisa,hey kenapa bengong?nanti kesurupan lho" ucap Ayah mencoba menakutiku.
Aku yang mendengarnya terlonjak kaget.
"Aaa...nggak, nggak mau!"jawabku kaget.
"Nah makanya jangan bengong,bikinin Ayah minum sana Kopi atau teh gitu"
"Mmm bentar ya Yah,Hehehe"jawabku dengan muka memelas.
"Kayaknya kamu punya masalah berat ya,nak?" Tanya Ayah memperhatikan raut wajahku.
"Cerita aja,siapa tau Ayah bisa bantu" ucap ayah lagi.
"Jadi gini,kemarin sepulang sekolah aku gak sengaja nendang bubur yang di kuburan,bubur yang warna-warni itu loh Yah yang di bungkus sama daun pisang" aku menjelaskan dengan menggerakkan sedikit tanganku.
"Astaga Lisa..Hahaha kamu gimana sih jalan gak liat-liat.kamu kira bubur itu bola apa?" Jawab Ayah dengan gelak tawanya.
"Dan aku ngerasa kalo suara Gamelan itu karna ulahku yang nendang bubur itu" jawabku pasrah
"Lagian sih bubur pake di tendang" ucap ayah singkat
"Tadi aku liat buburnya udah gak ada cuma tinggal bungkusnya aja,Lisa kira itu karna di makan orang Gila" ucapku yakin.
"Ada-ada aja deh kamu ini,gini aja deh nanti malam kalo ada bunyi Gamelan Jawa lagi,teriak aja biar Ayah bisa denger" Ayah sepertinya percaya ceritaku dan akan membantuku menyelesaikan masalah ini.
Aku sungguh menyesal atas perbuatanku tapi semua sudah berakhir,akan aku selesaikan masalah ini.
Saat aku ingin tidur,aku membaca do'a sesuai saran dari Ayah dan aku harap ini akan berhasil dengan kata lain aku masih tidak percaya jika mereka benar-benar datang dan kejadian tadi malam hanya karna tidak membaca do'a.
*Ning...Nang...Ning..Sepoyo slamet Rahayu...Ning..Nang..Ning...Nung*
Mataku tiba-tiba saja terbuka mendengar Gamelan itu.
"Hah?suara itu lagi?" Celetukku dalam hati
"Aku mohon berhenti menerorku,besok aku ujian dan aku bangun subuh untuk belajar jadi tolong berhenti menerorku" rintihku dengan isakan
Suara itu makin lama terasa begitu merdu disetiap liriknya dan seperti biasa terdengar jelas di telinga memaksaku untuk tetep membuka mata.sudah berulang kali mencoba memejamkan mata untuk bisa tidur namun hasilnya sama saja,tak ada hasilnya!
Sesekali aku membaca surat - surat pendek yang aku tau.namun suara gamelan itu masih tetap saja terdengar dan belum saja berakhir.
Rasanya aku ingin menangis jika harus di teror seperti ini oleh mereka,mataku dipaksa terbelalak menghadap ke langit atap dengan telinga yang ingin terus mendengar suara Gamelan itu.
Apa mereka marah padaku?apa mereka marah karna ulahku menghancurkan bubur mereka? Jika iya,aku sangat menyesal akan kejadian itu.Aku sungguh emosi saat itu tak ada niat untuk berbuat keji tapi karna suasana hatiku yang sedang kacau sehingga tidak dapat terkendali dan membuat bubur sebagai bahan pelampiasan.
Nang...Ning...Nung...Nang....Ning..
Aku tak tahan lagi menahan tangis dan rasa takut ini dan rasa penyesalan yang menghantuiku,jantungku tak berhenti berdegup suara jam dinding juga terdengar di setiap detiknya.
"Ayah...Ibu" aku berteriak sambil menangis mencoba memanggil mereka,namun tak ada jawaban.
"Ayah tolong aku" teriakku sekali lagi.
"Ada apa,nak?kenapa berteriak? Jawab ibu cemas di balik pintu.
"Aku takut,bu. Suara gamelan itu mengganguku" ucapku tegas
Ibu terdiam sejenak,mungkin mencoba mendengar suara di malam itu.
"Iya,ibu denger suara gamelan jawa suaranya sangat merdu sekali" jawab ibu dengan cepat.
Srek.. Suara pintu berderit
Ayah Membuka pintu kamarnya,menghidupkan semua lampu terutama lampu kamar mandi dan lampu luar.kata Ayah saat menghidupkan lampu luar ada sosok bayangan hitam setengah menoleh lalu perlahan menghilang begitu saja.
Ayah memintaku untuk membaca surat Yasin di ikuti oleh Ayah dan Ibu,Surat Yasin 3 kali membuat suara gamelan itu tak terdengar lagi.
"Sudah,tak perlu di takutkan lagi.mereka sudah pergi" ucap Ayah santai
Aku terdiam tak mampu berbicara banyak saat itu,di sekitar tubuhku terlihat basah karna keringat dingin.
"Ini minum" ibu menjulurkan tangannya memberikan segelas air putih untukku.
"Kita hidup di dunia ini bukan hanya manusia saja,Tak ada satupun dari golongan kaum muslimin yang mengingkari keberadaan jin. Demikian pula mayoritas kaum kuffar meyakini keberadaannya.Jelasnya, keberadaan jin merupakan hal yang tak dapat disangkal lagi mengingat pemberitaan dari para nabi yang sudah sangat mutawatir dan diketahui orang banyak.
Secara pasti, kaum jin adalah makhluk hidup, berakal dan mereka melakukan segala sesuatu dengan kehendak. Bahkan mereka dibebani perintah dan larangan, hanya saja mereka tidak memiliki sifat dan tabiat seperti yang ada pada manusia atau selainnya." Jelas Ayah kepadaku.
"Beberapa takut dengan gelap tetapi yang lain bermain dengan itu" lanjut ibu dengan tersenyum.
"Sudah,tidur lagi besok harus bangun pagi"ucap Ayah
Aku mengangguk cepat tanda mengerti dan kemudian beranjak pergi untuk tidur.Sudah pukul 01.23 rupanya sebentar lagi subuh,setidaknya ada sedikit waktu untuk tidur. Dalam mimpiku ada seseorang berbaju hitam membelakangiku,dia berkata " jangan pernah bermain-main denganku!" Ucapnya dengan nada kesal tiba-tiba saja aku terbangun dan dilihatnya sudah pukul 04:12 segera aku bangun dan mengambil wudhu melaksanakan Sholat Subuh.
Setelah kejadian itu aku menjadi seorang yang penakut,penakut dalam hal menonton film Horor karna aku selalu terbayang akan kejadian di film menjadi nyata.
Ya setidaknya dari kejadian itu aku bisa merasakan kehadiran mereka benar-benar ada di dunia nyata.
Langganan:
Postingan (Atom)